Memijahkan Ikan Patin Dengan Cara Kawin Suntik

0 komentar Rabu, 04 Mei 2011
Ikan patin merupakan salah satu jenis ikan komersil selain dari ikan mas, lele atau gurame.
Dikarenakan ikan patin tidak bisa atau sulit untuk memijah sendiri, maka hal itu dapat dilakukan dengan sistem kawin suntik.
 Prosesnya adalah sebagai berikut :

Read On

Merawat Benih Ikan Betutu

0 komentar
Telur ikan betutu mempunyai bentuk lonjong dan berukuran sangat kecil (0,833 mm).Setelah melalui prose ovulasi dan pembuahan, telur – telur ikan betutu akan menempel pada permukaan lempeng sarang dengan kepadatan 80 butir / cm2.

Read On

Budidaya Udang Kian Menjanjikan

0 komentar
BANYUWANGI-Kebangkitan budidaya udang sudah dapat dirasakan sejak awal 2011 di tambak-tambak rakyat sepanjang Pantura Jawa mulai dari Karawang, Garut sampai ke Patrol, Jawa Barat. Geliat budidaya udang juga sudah bisa dilihat mulai dari Kendal, Jepara. Jawa Tengah hingga perbatasan pintu gerbang Tuban, JawaTimur hingga Banyuwangi.

“Kita akan sama-sama melihat kebangkitan udang di tanah air. Seperti apa hasil panen ini, kita bisa merasakan dan bergantian mengangkat jaringnya agar ikut merasakan bagaimana nikmatnya panen,” ujar Dirjen Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ketut Sugama saat panen udang Vaname di Karawang Jawa Barat kemarin.
Budidaya udang di sepanjang Pantai Utara (Pantura) Jawa dan sejumlah daerah di Indonesia perlahan mulai bangkit lagi.

Diperkirakan produksi udang pada tahun ini mencapai 460.000 ton. Dari jumlah itu, untuk udang windu diperkirakan akan mencapai 130.000 ton, dan vaname ditargetkan sebanyak 350.000 ton. Budidaya udang bergairah kembali karena pasar untuk dalam dan luar negeri bagus. Masalah penyakit juga mulai berkurang. Tambak yang dulu mangkrak kini sudah mulai dimanfaatkan lagi.

Menurut Ketut, kunci sukses budidaya udang terletak pada manajemen tambak, seleksi atau perbaikan genetik dan kontrol penyakit. Pusat perbenihann udang juga dilakukan modernisasi dengan menerapkan sistem tambak terkontrol. “Sudah banyak benih udang yang bersertifikat dirilis ke masyarakat Benih yang berkualitas inilah yang harus terus dikembangkan untuk menunjang produksi,” ujarnya, (nel)

Sumber : Indo Pos 04 April 2011,hal. 4
Read On

Pembenihan Ikan Guppy (Poecilia reticulata)

0 komentar
 Ikan Guppy merupakan salah satu jenis ikan dari famili Poicilidae, dimana ikan dari famili ini termasuk ikan yang mudah dikembangbiakan. Ciri khusus dari ikan guppy adalah ekornya yang melebar dan bercorak batik. Corak batik ini terdiri dari berbagai warna, seperti biru, hitam, kuning, atau merah saja. Panjang guppy dewasa bisa mencapai 3 – 4 cm.

Read On

PERAN MINA PADI: MEREDUKSI EMISI GAS METAN (CH4) DI UDARA SEBAGAI ANTISIPASI ANOMALI IKLIM

0 komentar
A. Pendahuluan

Sektor pertanian memberikan kontribusi terhadap peningkatan emisi gas rumah kaca (GRK) melalui sawah-sawah yang tergenang, pemanfaatan pupuk urea serta praktek pertanian, pembakaran sisa-sisa tanaman dan pembusukan sisa-sisa pertanian serta pembusukan kotoran ternak. Dari sektor ini gas rumah kaca yang dihasilkan yaitu gas metana (CH4) dan gas dinitro oksida (N20). Gas metan merupakan salah satu faktor memicu berlubangnya ozon yang berdampak terhadap pemanasan global (global warming). Dampak yang ditimbulkan akibat adanya pemanasan global di bidang pertanian antara lain: keterlambatan musim tanam atau panen padi, kegagalan penanaman atau panen karena banjir, tanah longsor dan kekeringan dan di bidang perikanan yaitu peningkatan suhu air laut mengakibatkan terjadinya pemutihan dan kematian terumbu karang.

Read On

BDUIDAYA IKAN GABUS

1 komentar
Chana striata (Bloch, 1793)
Chevron Snakehead
    Siapa yang tidak tahu ikan gabus ? Ikan yang sering menjadi buruan para pembudidaya ikan karena salah satu predator yang meresahkan, kini semakin marak dibudidayakan karena daging ikan gabus memiliki kelezatan tersendiri yang tidak sama dengan ikan lainnya. Ikan gabus banyak dicari oleh pembeli karena tekstur dagingnya yang padat.

Read On

Budidaya Ikan Bawal Air Tawar

0 komentar
  • PENDAHULUAN
    Usaha pembesaran dilakukan dengan maksud untuk memperoleh ikan ukuran konsumsi atau ukuran yang disenangi oleh konsumen. Pembesaran ikan bawal dapat dilakukan di kolam tanah maupun kolam permanen, baik secara monokultur maupun polikultur. Bawal air tawar saat ini banyak diminati sebagai ikan konsumsi dan cocok untuk dibudidayakan di Kabupaten Magelang. Ikan Bawal mempunyai beberapa keistimewaan antara lain : Ketahanan yang tinggi terhadap kondisi limnologis yang kurang baik. Disamping itu rasa dagingnya pun cukup enak, hampir menyerupai daging ikan Gurami.
  • PERSIAPAN KOLAM
     Kolam untuk pemeliharaan ikan bawal dipersiapkan seperti halnya ikan air tawar lainnya. Persiapan kolam ini dimaksudkan untuk menumbuhkan makanan alami dalam jumlah yang cukup. Setelah dasar kolam benar-benar kering dasar kolam perlu dikapur dengan kapur tohor maupun dolomit dengan dosis 25 kg per 100 meter persegi. Hal ini untuk meningkatkan pH tanah, juga dapat untuk membunuh hama maupun patogen yang masih tahan terhadap proses pengeringan. Kolam pembesaran tidak mutlak harus dipupuk. Ini dikarenakan makanan ikan bawal sebagian besar diperoleh dari makanan tambahan atau buatan. Tapi bila dipupuk dapat menggunakan pupuk kandang 25 – 50 kg/100 m2 dan TSP 3 kg/100 m2. Pupuk kandang yang digunakan harus benar-benar yang sudah matang, agar tidak menjadi racun bagi ikan. Setelah pekerjaan pemupukan selesai, kolam diisi air setinggi 2-3 cm dan dibiarkan selama 2-3 hari, kemudian air kolam ditambah sedikit demi sedikit sampai kedalaman awal 40-60 cm dan terus diatur sampai ketinggian 80-120 cm tergantung kepadatan ikan. Jika warna air sudah hijau terang, baru benih ikan ditebar (biasanya 7~10 hari setelah pemupukan).
  • PEMILIHAN DAN PENEBARAN BENIH.
    Pemilihan benih. Pemilihan benih mutlak penting, karena hanya dengan benih yang baik ikan akan hidup dan tumbuh dengan baik. Penebaran benih Sebelum benih ditebar perlu diadaptasikan, dengan tujuan agar benih ikan tidak dalam kondisi stres saat berada dalam kolam. Cara adaptasi : ikan yang masih terbungkus dalam plastik yang masih tertutup rapat dimasukan kedalam kolam, biarkan sampai dinding plastik mengembun. Ini tandanya air kolam dan air dalam plastik sudah sama suhunya, setelah itu dibuka plastiknya dan air dalam kolam masukkan sedikit demi sedikit kedalam plastik tempat benih sampai benih terlihat dalam kondisi baik. Selanjutnya benih ditebar/dilepaskan dalam kolam secara perlahan-lahan.
  • KUALITAS PAKAN DAN CARA PEMBERIAN
    Kualitas dan kuantitas pakan sangat penting dalam budidaya ikan, karena hanya dengan pakan yang baik ikan dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan yang kita inginkan. Kualitas pakan yang baik adalah pakan yanq mempunyai gizi yang seimbang baik protein, karbohidrat maupun lemak serta vitamin dan mineral. Karena ikan bawal bersifat omnivora maka makanan yang diberikan bisa berupa daun-daunan maupun berupa pelet. Pakan diberikan 3-5 % berat badan (perkiraan jumlah total berat ikan yang dipelihara). Pemberian pakan dapat ditebar secara langsung.
  • PEMUNGUTAN HASIL
     Pemungutan hasil usaha pembesaran dapat dilakukan setelah ikan bawal dipelihara 4-6 bulan, waktu tersebut ikan bawal telah mencapai ukuran kurang lebih 500 gram/ekor, dengan kepadatan 4 ekor/m 2 . Biasanya alat yang digunakan berupa waring bemata lebar. Ikan bawal hasil pemanenan sebaiknya penampungannya dilakukan ditempat yang luas (tidak sempit) dan keadaan airnya selalu mengalir.
Read On